3 Alasan ini membuat Burjo dekat di hati mahasiswa Jogja
Pulang ke kotamuAda setangkup haru dalam rinduMasih seperti duluTiap sudut menyapaku bersahabat, penuhSelaksa maknaTerhanyut aku dalam nostalgiSaat kita sering luangkan waktuNikmati bersamaSuasana Jogja
(Yogyakarta – KLA Project)
==================================================================
‘Ada setangkup haru dalam rindu’
rasanya sangat tepat untuk menggambarkan perasaan gue yang pernah merantau
di kota ini. Perasaan rindu dengan ‘biaya hidup’ di Jogja yang murah, dengan berjuta potensi wisata alam dan budaya Jogja,
maupun dengan momen yang dihabiskan bersama si dia. Dilihat dari perspektif
seorang mahasiswa, Kota Jogja merupakan kota yang sangat nyaman untuk ditinggali.
Pengeluaran untuk konsumsi di Jogjarelatif lebih rendah dibanding kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, atau Tanggerang. Salah satu
penyebab hal tersebut ialah keberadaan Warung Burjo.
Warung Burjo sering menjadi salah satu
referensi mahasiswa Jogja ketika butuh asupan makanan. Meski menyandang nama
‘Burjo’ yang merupakan akronim dari ‘buBUR kacang iJO’, tidak banyak diantara
warung ini yang benar-benar menjual bubur kacang hijau. Kebanyakan dari warung
ini lebih memilih menjual menu olahan mie serta kopi instan. Dua hal yang mungkin menyebabkan hal ini ialah
minimnya permintaan atas bubur kacang hijau dan/atau kurangnya tenaga kerja
untuk memproduksi bubur kacang hijau. Keberadaan
Burjo dalam list tempat makan mahasiswa disebabkan comparative advantage yang dimilikinya. Jika dianalisis menggunakan
marketing mix, atribut yang menjadi comparative
advantage Warung Burjo ialah price,
place,dan physical evidence.
1. Harga di warung Burjo ramah di kantong
Warung Burjo memiliki harga di kisaran
Rp6.000-9.000/porsi. Comparative advantage dari atribut ini ialah harga yang
terstandarisasi untuk setiap burjo. Terdapat semacam common agreement atas
pembentukan harga untuk setiap burjo sehingga memberi kepastian kepada
mahasiswa atas biaya yang harus dikeluarkannya. Resiko ‘tidak membawa cukup
uang’ dengan sendirinya tereliminasi. Kepastian harga yang diberikan burjo
merupakan sebuah keuntungan yang sama dengan yang diberikan KFC maupun McD.
2. Letaknya dekat kost-kost mahasiswa
Warung Burjo di Jogja terletak dekat
dengan wilayah tinggal mahasiswa. Penelusuran yang dilakukan Tirto.id tahun
2016 di beberapa dusun wilayah kos-kosan sekitar kampus-kampus besar Jogja
menunjukan paling tidak terdapat 116 warung Burjo di wilayah tersbut. Warung
Burjo seolah menerapkan konsep jemput bola untuk memberikan comparative advantage kemudahan
aksesibilitas. Kedekatan jarak menjadi faktor penting dalam perilaku konsumen
untuk melakukan pembelian. Atribut place
yang dimiliki warung burjo memosisikan dirinya sebagai penyedia makanan harian
yang kemudian berimplikasi pada tingginya repetitive
purchasing order pada konsumen.
3. Tempatnya khas gampang dicari
Physical evidence dari Warung Burjo
berupa warna cat pada eksterior bangunan burjo yang khas. Hampir seluruh
eksterior bangunan Warung Burjo selalu berwarna kuning cerah dan dipadukan
spanduk bertulisan nama warung burjo. Comparative
advantage desain eksterior yang selalu sama mudah dikenalinya Warung Burjo
bahkan dari jarak yang cukup jauh. Mahasiswa dapat dengan mudah mengenali
warung burjo meski berada di daerah yang belum diketahuinya.
Fakta Menarik lainnya seputar warung Burjo
Fakta yang jarang disadari banyak
orang dari Warung Burjo ialah keberadaanya sebagai bagian dari supply chain perusahaan besar. Beberapa
perusahaan tersebut diantaranya ialah Indofood, Wings food, dan Santos Jaya
Abadi. Kedua nama Indofood dan wingsfood cukup umum didengar, tetapi perlu
diketahui Santos Jaya Abadi juga merupakan pemain besar yang dikenal sebagai
Kapal Api Group. Comparative advantage yang dimiliki Warung Burjo
sedikit banyak merupakan desain dari perusahaan-perusahaan tersebut. Dikutip
dari Tirto.id, kompensasi yang diberikan Indofood dan Wings food berupa mudik
gratis dan pembuatan banner bertuliskan nama burjo yang bersangkutan sementara
kompensasi yang diberikan Santos Jaya Abadi berupa pengecatan warung, kipas
angina, gelas/mug, dan jam yang diberikan secara berkala dalam setahun kontrak.
Warung Burjo dengan segala comparative advantage yang dimilikinya merupakan pahlawan bagi
mahasiswa Jogja. Pahlawan bagi mahasiswa yang malas memasak namun keuangan
pas-pasan. Semoga Warung Burjo tetap eksis dan meningkatkan variasi masakannya,
dan mengurangi minyak yang digunakan.
================================================================
Sumber :
Aziz, abdul, 2016. Pertarungan Sengit Brand-brand Besar di
Warung Rakyat. dalam https://tirto.id/pertarungan-sengit-brand-brand-besar-di-warung-rakyat-bsGU Diakses pada 2 Desember 2018 pukul 12.00 WIB
